Minggu, 11 Desember 2011

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN GBS (Guillain Barre Syndrome)


ASKEP PADA PASIEN GBS
A.    PENGERTIAN
GBS merupakan suatu kelompok heterogen dari proses yang diperantarai oleh imunitas, suatu kelainan yang jarang terjadi; dimana sistem imunitas tubuh menyerang sarafnya sendiri. Kelainan ini ditandai oleh adanya disfungsi motorik, sensorik, dan otonom.
Guillain Barre Syndrome (GBS) atau yang dikenal dengan Acute Inflammatory Idiopathic Polyneuropathy (AIIP) atau yang bisa juga disebut sebagai Acute Inflammatory Demyelinating Polyneuropathy (AIDP) adalah suatu penyakit pada susunan saraf yang terjadi secara akut dan menyeluruh, terutama mengenai radiks dan saraf tepi, kadang-kadang mengenai saraf otak yang didahului oleh infeksi. Penyakit ini merupakan penyakit dimana sistem imunitas tubuh menyerang sel saraf.


B.     ETIOLOGI
Kondisi yang khas adalah adanya kelumpuhan yang simetris secara cepat yang terjadi pada ekstremitas yang pada banyak kasus sering disebabkan oleh infeksi viral. Tetapi dalam beberapa kasus juga terdapat data bahwa penyakit ini dapat disebabkan oleh adanya kelainan autoimun. Penyebab yang pasti sampai saat ini belum diketahui. Tetapi pada banyak kasus sering disebabkan oleh infeksi viral. Virus yang paling sering menyebabkan penyakit ini adalah Cytomegalovirus (CMV), HIV, Measles dan Herpes Simplex Virus. Sedangkan untuk penyebab bakteri paling sering oleh Campylobacter jejuni. Lebih dari 60% kasus mempunyai faktor predisposisi antara satu sampai beberapa minggu sebelum onset, antara lain :
- Peradangan saluran napas bagian atas
- Vaksinasi
- Diare
- Kelelahan
- Peradangan masa nifas
- Tindakan bedah
- Demam yang tidak terlalu tinggi

C.     TANDA DAN GEJALA
•         Sulit dideteksi pada awal kejadian
      –        Gejala berupa flu, demam, headache, pegal dan 10 hari kemudian muncul gejala lemah.
–        Selang 1-4 minggu, sering muncul gejala berupa :
•         Paraestasia (rasa baal, kesemutan)
•         Otot-otot lemas (pada tungkai, tubuh dan wajah)
•         Saraf-saraf cranialis sering terjadi patologi, shg  ganguan gerak bola mata, mimik wajah, bicara, dll
•         Gangguan pernafasan (kesulitan inspirasi)
•         Ganggua saraf-saraf otonom (simpatis dan para simpatis)
–        Gangguan frekuensi jantung
–        Ganggua irama jantung
–        Gangguan tekanan darah
•         Gangguan proprioseptive dan persepsi thd tubuh
•         Diikuti rasa nyeri pada bagian punggung dan daerah lainnya.


D.    PATOFISIOLOGI